Dukung Ketahanan Pangan, Wujudkan Desa Mandiri melalui Budidaya Melon Hidroponik yang dikelola oleh BUMDES AJI SAKA Desa Jono
Sebagai Bentuk Rasa Syukur Masyarakat serta Pelestarian Budaya, Camat Tawangharjo hadir secara langsung dalam kegiatan Kirab Budaya dan Sedekah Bumi yang diselenggarakan oleh Masyarakat Desa Tawangharjo
Kunjungan Kerja Gubernur Jawa Tengah dalam rangka Program Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling)
KECAMATAN TAWANGHARJO RAIH PENGHARGAAN PELAKSANA TERBAIK II MUSRENBANG RKPD KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2027
ZIARAH MAKAM KI AGENG TARUB DAN KI AGENG SELO DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI JADI KE-300 KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2026
Akses Penyampaian Saran, Aduan dan Keluhan serta Akses Penyampaian Survey Kepuasan Masyarakat
Kamis, 16 Juli 2026, telah dilaksanakan apel pagi karyawan–karyawati Sekretariat dan Dinas Instansi di lingkungan Kantor Kecamatan Tawangharjo yang bertempat di halaman kantor kecamatan. Koordinator Pendamping PKH Bapak Yogi Indra Kusuma, S.Kom. yang bertindak selaku pembina apel.
Apel pagi menjadi momentum untuk meningkatkan kedisiplinan, memperkuat koordinasi, serta menumbuhkan semangat kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, diharapkan seluruh jajaran dapat terus menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas.
Rabu (15/07/2026), jajaran Forkopimda Kabupaten Grobogan melaksanakan kunjungan kerja ke Green House BUMDes Aji Saka Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, dalam rangka meninjau pengembangan budidaya melon hidroponik sebagai salah satu upaya penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Tawangharjo, Pemerintah Desa Jono, serta berbagai pihak terkait sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi desa melalui inovasi pertanian modern yang berkelanjutan.
Selain melakukan peninjauan Green House, dalam kunjungan kerja tersebut juga dilaksanakan kegiatan petik melon sehat premium hasil budidaya BUMDes Aji Saka Desa Jono. Melon yang dibudidayakan merupakan melon premium yang ditanam tanpa menggunakan pestisida dan fungisida kimia sehingga menghasilkan buah yang lebih sehat, aman dikonsumsi, serta memiliki kualitas yang baik.
Budidaya melon hidroponik menjadi salah satu inovasi pertanian yang mampu memanfaatkan lahan secara lebih efisien dengan penggunaan air yang lebih terukur. Melalui pengelolaan yang tepat, inovasi ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha desa yang produktif dan berkelanjutan.
Kehadiran Green House melon hidroponik Desa Jono menjadi bukti bahwa desa memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi penggerak lahirnya berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa.
"Ketahanan pangan tidak hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang bagaimana desa mampu mengelola potensi yang dimilikinya untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan."
Perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Pada Rabu, 15 Juli 2026, Pemerintah Desa Tawangharjo menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Pemberdayaan Perempuan Bidang Tata Rias yang bertempat di Pendopo Balai Desa Tawangharjo. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan keterampilan dan kapasitas perempuan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan dan peluang usaha di bidang tata rias.
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar tata rias yang tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menjadi bekal dalam mengembangkan usaha mandiri maupun menambah sumber penghasilan keluarga. Di tengah berkembangnya industri kecantikan yang semakin pesat, keterampilan di bidang tata rias menjadi salah satu peluang yang memiliki prospek menjanjikan apabila terus diasah dan dikembangkan.
Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga tentang membuka ruang bagi perempuan untuk lebih mandiri, produktif, dan percaya diri dalam mengambil peran di berbagai bidang kehidupan. Ketika perempuan diberdayakan, maka keluarga menjadi lebih kuat dan pembangunan masyarakat pun akan semakin maju.
Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta menjadi motivasi bagi perempuan untuk terus belajar, berkarya, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.